13 Tata Cara Berwudhu’ yang Melebur Dosa-dosa

Catatan ini kami kutip dari Kitab Bidayatul-Hidayah karya Hujjatul-Islâm wal-Muslimîn Abu Hamid Muhammad al-Ghazali (w. 505 H/1111 M) saat kami mengaji kepada guru kami, Lora Fawaidul Hilmi Abdul Halim Abdullah Yaqin.

Mengapa dapat melebur dosa? Sebab dalam hadis disampaikan,

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ جَسَدِهِ، حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِهِ» صحيح مسلم (1/ 216)

Dari Shahabat Utsman bin Affan –radhiyal-Lahu ‘anhu, berkata: ‘Rasulullah –shallal-Lahu ‘alaihi wa sallam, bersabda: ‘Barang siapa berwudhu’ lantas menyempurnakan dan memperbaiki wudhu’-nya maka dosa-dosanya akan luntur dari jasadnya, bahkan keluar dari dari bawah kukunya.”

Al-Ghazali menganjurkan dalam berwudhu’ supaya melakukan rukun, sunah dan meninggalkan segala kemakruhan dengan sempurna beserta adab-adab yang ada di dalamnya. Demikian ini supaya wudhu’ kita bukan hanya sebatas ritual bersuci yang biasa-biasa saja, tapi lebih dari itu bisa melebur dan meluluh-lantakkan dosa-dosa.

Berikut kami berikan tunntunannya:

Baca Juga: Kelas-kelas Umat Nabi Kelak

Adab Berwudhu’

  • Bersiwak

Pertama, lakukanlah siwak. Sebab siwak adalah selain sebagai pembersih bagi mulut juga sebagai faktor  datangnya rida Allah –‘azza wa jalla, dan sekaligus membuat setan marah dan geram.

  • Duduk Menghadap Kiblat

Kedua, selama melakukan wudhu’ hendaknya dilakukan dengan duduk di tempat yang sekira tidak terkena percikan air dan usahakan menghadap kiblat. Lalu ucapkanlah doa berikut,

بِسْمِ الله الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَ أَعُوْذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُوْنِ

Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang. Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisiskan setan dan aku berlindung kepada-Mu dari gangguan mereka.”

  • Membasuh Kedua Tangan

Ketiga, basuhlah kedua tangan sebanyak tiga kali sebelum memasukkan-nya kedalam bak air. Dan berdoalah:

اللّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ اليُمْنَ وَالْبَرَكَةَ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشُؤْمِ وَالْهَلَكَةِ

Tuhanku, aku meminta kepada-Mu anugerah dan keberkahan dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan dan kebinsaan.”

  • Niat Saat Membasuh Wajah

Keempat, bacalah niat dengan lisan dan hati, “Aku berniat wudhu’ untuk menghilangkan hadas” atau “Untuk melakukan shalat”. Dan jangan lupa, niat ini harus dilakukan bersamaan dengan basuhan wajah pertama. Sebab bila tidak demikian, maka wudhu’-nya tidak sah.

  • Berkumur

Kelima, ambillah air lalu berkemurlah dengan dalam (kecuali bagi yang berpuasa) sebanyak tiga kali, kemudian buang. Dan bacalah doa berikut ketika berkemur,

اللّهُمّ أَعِنِّي عَلَى تِلَاوَةِ كِتَابِكَ وَكَثْرَةِ الذِكْرِ لَكَ ، وَثَبِّتْنِي بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ

Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu membaca al-Quran dan memperbanyak zikir, teguhkan aku dengan kalimat tauhid di dunia hingga akhirat kelak.”

  • Menghirup Air

Keenam, ambillah air lalu hiruplah air itu ke dalam hidung dengan membaca,

اللَّهُمَّ أَرِحْنِي رَائِحَةَ الْجَنَّةِ وَأَنْتَ عَنِّي رَاضٍ

Ya Allah, ciumkan aku bau surga dalam rida-Mu.”

Baru buanglah air tersebut dengan berdoa,

اللَّهُمّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِن رَوَائِحِ النَّارِ وَسُوْءَ الدَّارِ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari bau-bau neraka dan keburukan alam akhirat” . Demikian ini dilakukan sebanyak tiga kali.

  • Membasuh Wajah

Ketujuh, ambillah air lalu basuhlah wajah (bersamaan dengan niat pada awal basuhannya) sebanyak tiga. Mulai dari bagian awal jidat hingga bagian akhir dagu. Dari batas kuping kanan hingga batas kuping kiri. Ini yang wajib.

Pastikan air merata ke seluruh bagian wajah, dan akan lebih baik bila basuhan ini dilebihkan sedikit dari batas wajah yang diwajibkan. Ratakan juga air tersebut membasuh semua bulu yang ada di area wajah, mulai dari jenggot, brewok, kumis dan bulu lainnya. Kecuali pada jenggot yang tebal (sekira lawan bicara tidak dapat melihat kulit jenggot saat berbicara), maka jangan lupa untuk diselat-selati dengan jari. Selama basuhan, bacalah doa,

اللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ بِنُوْرِكَ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهُ أُولِيَائِكَ ، وَلَا تُسَوِّدْ وَجْهِي بِظُلُمَاتِكَ يَوْمَ تَسْوَدُّ وُجُوْهُ أَعْدَائِكَ

Ya Allah, carahkan wajahku dengan nur-Mu kelak di saat para wali-Mu berwajah cerah. Dan jangan gelapkan wajahku dengan kegelapan pada saat para musuh-Mu berwajah gelap.”

  • Membasuh Tangan

Kedelapan, basuhlah tangan kanan terlebih dahulu lalu tangan kiri, masing-masing sebanyak tiga kali hingga bagian tengah lengan atas. Dan panjatkan doa saat membasuh tangan kanan,

اللَّهُمَّ أَعْطِنِي كِتَابِي بِيَمِيْنِي ، وَحَاسِبْنِي حِسَابًا يَسِيْرًا

Ya Allah, berikanlah catatan amalku dengan tangan kananku dan hisablah aku dengan ringan.”

Doa saat membasuh tangan kiri,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ تُعْطِيَنِي كِتَابِي بِشِمَالِي أَوْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِيْ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penerimaan catatan amal dengan tanagan kiri atau atau dari belakang punggungku.”

  • Mengusap Kepala

Kesembilan, ratakanlah air menyeluruh ke bagian rambut kepala sebanyak tiga kali. Caranya adalah, 1) basahkan kedua telapak tangan, 2) tempelkan keempat pucuk jari-jemari tangan kanan dan kiri dan letakkan jari jempol pada telinga, 3) barulah kedua tangan mengusap rambut kepala dengan cara tadi, mulai dari bagian awal tumbuhnya rambut depan hingga bagian belakang. Setelah selesai, kebalikan kedua tangan dari bagian belakang hingga bagian depan. 3 poin cara ini bila dilakukan maka dihitung satu kali usapan rambut kepala.

Bacalah doa berikut,

اللَّهُمَّ غَشِّنِي بِرَحْمَتِكَ ، وَأَنْزِلْ عَليَّ مِنْ بَرَكَاتِكَ ، وَأَظِلَّنِي تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّكَ ، اللَّهُمَّ حَرِّمْ شَعْرِيْ وَ بَشَرِي عَلَى النَّارِ

Ya Allah, dekap aku dengan rahmat-Mu, beri aku keberkahan dari-Mu, naungi aku dengan naungan-Mu di hari tidak adanya naungan. Ya Allah, jauhkan rambut dan kulitku dari api neraka.”

  • Membasuh Kedua Telinga

Kesepuluh, basuhlah bagian luar-dalam kedua telinga dengan air baru, bukan dengan bekas air usapan rambut. Masukkan jari telunjuk dan usapkan air dengan menyelurh ke bagian dalam daun telinga. Dan biarkan jari jempol mengusap bagian luar daun telinga. Saat itu panjatkanlah doa,

اللّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ الذِّيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهَ ، اللَّهُمَّ أَسْمِعْنِي مُنَادى الجَنَّةِ فِي الْجَنَّةِ مَعَ الْأَبْرَارِ

Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mendengarkan ucapan lalu mengikuti ucapan yang terbaik. Dan perdengarkanlah aku panggilan surga bersama para Abrar.”

  • Mengusap Leher

Kesebelas, usaplah leher dengan air dan berdoa,

اللَّهُمَّ فُكَّ رَقَبَتِي مِنَ النَّارِ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ السَّلَاسِلِ وَالْأَغْلَالِ

Ya Allah, bebsakan aku dari neraka dan aku berlindung kepada-Mu dari belenggu dan beban.”

  • Membasuh Kaki

Keduabelas, basuhlah kedua kaki bagian kanan dan kiri, hingga pada bagian kedua mata kaki sebanyak tiga kali. Dan jangan lupa untuk menyelat-nyelati jari-jemari kaki dengan jari kelingking tangan kiri. Caranya adalah, masukkan jari kelingking tanagan kiri ke sela-sela jari kelingking kaki kanan hingga pada jari kelingking kaki kiri. Bacalah pada basuhan kaki kanan,

اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ مَعَ أَقْدَامِ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Ya Allah, teguhkanlah kakiku saat melintasi jembatan shirath bersama hamba-hamba-Mu yang shalih.”

Bacalah doa pada basuhan kaki kiri,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ تَزِلَّ قَدَمِيْ عَلَى الصِّرَاطِ فِي النَّارِ يَوْمَ تَزِلُّ أَقْدَامُ الْمُنَافِقِيْنَ وَالْمُشْرِكِيْنَ

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keterplesetan saat melintasi jembatan shirath bersama orang-orang munafik dan musyrik.”

Dan hendaknya basuhan kaki dilebihkan hingga bagian betis tengah.

  • Bedoa

Ketigabelas, bacalah doa usai berwudhu’ berikut ini,

أشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ، أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ ؛ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ ، وَاجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ صَبُوْرًا شَكُوْرًا ، وَاجْعَلْنِيْ أَذْكُرُكَ ذِكْرًا كَثِيْرًا ، وَأُسَبِّحُكَ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا

Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah tidak ada yang menyekutui-Nya. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Maha Suci Engkau dan dengan memuji kepada-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain-Mu, Engkau adalah Zat Yang Maha Menerima Taubat dan Maha Penyayang. Jadikanlah aku hamba-Mu yang selalu bertaubat, selalu bersuci, hamba yang shalih, penyabar, selalu bersyukur, selalu berzikir dan mensucikan-Mu di pagi dan sore.”

Penutup

Demikianlah 13 tata cara berwudhu’ yang sempurna dan melebur dosa. Maka barang siapa yang mengamalkan hal ini, dosa-dosanya akan runtuh dari jasadnya. Semoga kita semua bisa mengamalkan dan menyampaikannya kepada sesama.

SantrehMloko/Mlokopedia.com

Share Kebaikan!:

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Irsyad berkata:

    Terimakasih, pembahasannya sangat bermanfaat dan dibutuhkan..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Assalamualaikum
1
Butuh bantuan?
Ada yang bisa kami bantu?