Konsep Zakat Fitrah; Wajib Tahu! (Bag. 2/Selesai)

Setelah sebelumnya kami membahas beberapa hal tentang Zakat Fitrah, seperti beberapa konsep Zakat Fitrah, rukun-rukun Zakat Fitrah, maka pada episode tulisan yang kedua ini kami akan menjelaskan kepada siapa zakat tersebut dibagikan. Masih merujuk pada kitab yang sama sebelumnya, Taqrîrâtus-Sadîdah karya Habib Hasan Ahmad al-Kaf Madinah. Berikut penjelasannya:

Baca Juga: Konsep Zakat Fitrah: Wajib Tahu (Bag. 01)

Kepada Siapa Saja Zakat Fitrah Didistribusikan?

Ilustrasi Fiqhuz-Zakat

Sebagaimana penjelasan di dalam al-Quran, dan ini adalah pendapat Mazhab Syafi’i, bahwa zakat diberikan kepada 8 golongan. Allah –‘Azza wa jalla, berfirman:

{إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ (60) } [التوبة: 60]

Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, orang yang berada di jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan. Demikian ini sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan oleh Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

8 golongan tersebut bila mau dirinci dengan penjelasan detail-nya adalah sebagaimana berikut:

1-    Fakir

Adalah orang yang sama sekali tidak memiliki harta dan pekerjaan. Atau memiliki keduanya namun belum bisa sepenuhnya menutupi kebutuhan primer hidup (menurut usia pada umumnya), yang dalam hal ini adalah, sandang, pangan dan papan. Contoh: Kebutuhan satu bulan adalah RP. 2.000.000, namun biaya hidup yang dihasilkan hanya berkisar RP. 1.000.000, maka ini bisa disebut fakir.

2-    Miskin

Adalah orang yang memiliki harta dan pekerjaan yang lumayan, namun belum bisa mencukupi kebutuhan hidup di atas. Semisal: dalam waktu satu bulan membutuhkan harta RP. 2.000.000, namun hanya berpenghasilan RP. 1.500.000.

3-    Amil Zakat

Adalah orang yang secara langsung ditunjuk oleh pemerintah untuk mengambil zakat dari penunai dan menyerahkannya kepada yang berhak. Maka orang yang semacam ini boleh mengambil zakat sekalipun dia kaya. Kecuali sudah mendapat upah dari pemerintah atas pekerjaan ini, maka tidak boleh mengambil zakat.

4-    Muallaf

Ada empat macam muallaf yang dimaksud dalam persoalan zakat:

  1. Orang yang masuk Islam dan mentalnya masih lemah.
  2. Seorang tokoh di tengah masyarkat yang apabila memberikan zakat maka kemungkinan besar bawahan/masyarakat-nya masuk Islam.
  3. Seorang Muslim yang mengancam dan memperjuangkan agar zakat ditunaikan, kemudian dia bawa zakat tersebut kepada pihak yang berwajib.
  4. Orang yang memerangi kaum kafir atau pembangkang (bughât dalam istilah fikih), maka boleh menerima zakat apabila dapat membangkitkan motivasi pasukan-nya.

5-    Budak Mukatab (Riqâb)

Adalah budak yang janjikan merdeka oleh majikannya bila melunasi cicilan (dengak akad yang benar sebagaimana dalam istilah fikih). Maka diberikanlah zakat untuk mempermudah prosesi cicilan-nya.

6-    Ghârim

Orang yang memiliki hutang tidak di jalan maksiat. Maka diberikan zakat. Mereka ada empat macam:

  1. Orang yang rela berhutang agar terhindar dari fitnah yang terjadi antara dua orang yang berseteru, sekalipun pada kenyataannya dia kaya.
  2. Orang yang berhutang untuk menerima tamu atau membangun masjid dan kemaslahatan umum lainnya, sekalipun dia kaya.
  3. Berhutang untuk menghidupi dirinya dan keluarga, sekalipun ujung-ujungnya bermaksiat.
  4. Penanggung hutang, maka berhak diberikan zakat apabila hutangnya jatuh tempo, dia tidak mampu membayar (mu’sir) dan orang yang ia tanggung juga tidak sanggup membayar.

7-    Ghâzi (Fî Sabîlillâh)

Adalah orang yang berperang di jalan Allah tanpa ada upah dari atasan. Maka berhak menerima zakat sekalipun kaya.

8-    Ibnu Sabîl

Adalah orang yang berada dalam perjalanan atau melakukan perjalanan, namun tidak memiliki biaya untuk Pulang, maka berhak mendapatkan zakat sekalipun harta di rumahnya melimpah.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan singkat pihak-pihak yang berhak menerima zakat. Silahkan apabila para pembeca mendapati kejanggalan atau problematika seputar zakat, bisa ditulis dikolom komentar. Wal-Lâhu A’lam.

SantrehMloko

Share Kebaikan!:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Assalamualaikum
1
Butuh bantuan?
Ada yang bisa kami bantu?