Menghilangkan Najis dengan Air Zam-zam

Pertanyaan

Bagaimanakah hukum menghilangkan najis dan bersuci dengan air zam-zam?

Jawaban:

Dimakruhkan menggunakan air zam-zam dalam menghilangkan najis sebab kemuliaannya. Dan tidak makruh bersuci dengannya, ini sebagaimana dalam kitab Kasyful Qina’ hal: 20.

Kalangan Malikiyah, Ibnu Sya’ban mengatakan, tidak cukup beristinja’ dengan air zam-zam. Ini bisa kita lihat dalam literatur mereka, khususnya dalam kitab-kitab hasyiyah al-Khalil.

Dalam syarah kitab Muntahal Iradat, madzhab Hanbali, disebutkan, makruh mensucikan najis dengan air zam-zam, tidak makruh bersuci dari hadas dengannya, baik wudhu’ ataupun mandi besar. Hal: 12.

Dalam Hasyiyah I’anatu ath-Thalibin, dianggap cukup beristinja’ dengan zam-zam menurut kesepakatan ulama. Tapi al-Mu’tamad hukumnya khilaful aula. Bahkan dalam kitab Ubab, haram sekalipun cukup. Tapi penduduk Mekah melarang air zam-zam diperlakukan demikian dan mencela pelakunya, tujuannya supaya air zam-zam semakin dimuliakan.

Dalam Tuhfatul Muhtaj (76), tidak makruh bersuci dengan air zamzam. Tetapi seharusnya tidak dilakukan. Pendapat yang mengharamkan penggunaan air zamzam dalam bersuci adalah pendapat yang lemah bahkan syadz. Hukum makruh ini disampaikan oleh Ali asy-Syabramallisi dari Zakaria al-Anshari.

Ibnu Darbas, kalangan Syafiiyah, mengatakan, air zamzam dan air lain sama saja tetapi selain air zamzam lebih layak dibuat sesuci. Kitab al-Muhadzdzab.

Kata Muhibbuddin ath-Thabari, haram bersuci dengan air zamzam sekalipun bisa. Bahkan ada yang mengatakan, pernah terjadi seorang bersuci dengan air zamzam tapi setelah itu dia kena ambeyen.

Ibnu Sya’ban al-Maliki mengatakan, jangan mandikan mayyit dengan air zam-zam. Namun menurut al-Fakihi, penduduk Mekah memandikan mayat mereka dengan air zam-zam setelah dimandikan dan dibersihkan dengan air biasa, tujuannya adalah ngalap barokah. Hal ini pernah dilakukan oleh sayyidah Asma’ binti Abi Bakar kepada putranya, Abdullah bin az-Zubair.

Dari sini bisa disimpulkan, 1) boleh bersuci dengan air zamzam dan makruh. 2) Yang mengatakan haram adalah lemah bahkan syadz sebab pendapat ini tanpa dilandasi dalil.

Sumber. Fatawa Sayid Alawi al-Maliki oleh Dr. Muhammad bin Alawi al-Maliki. Kunjungi Juga Di Sini!

Share Kebaikan!:

1 Respon

  1. Sholatuna berkata:

    Kan Eman, masak air zamzam di buat menghilangkan najis.
    Mending dibersihkan pake Sprite saja najisnya. Kan bisa suci juga…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Assalamualaikum
1
Butuh bantuan?
Ada yang bisa kami bantu?